Kumpulan doa doa dzikir, doa mustajab, doa wirid, amalan doa, doa-doa pendek, wirid pendek, doa para Nabi, doa sehari-hari, doa dan wirid setelah sholat, doa bahasa arab, doa bahasa Indonesia, doa doa terbaik, doa dari Al-Qur'an, doa Nabi Muhammad SAW. Doa Rasulullah, Dll.

10 Oktober 2016

Bacaan Niat, Tata Cara Shalat Dan Doa Istikharah

Salat Istikharah adalah salat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Seseorang dapat salat istikharah untuk menentukan di mana ia kuliah, siapa yang lebih cocok menjadi jodohnya atau perusahaan mana yang lebih baik ia pilih. Setelah salat istikharah, maka dengan izin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam memilih.


Waktu Shalat Istikharah


Pada dasarnya salat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir. Nabi Muhammad menjelaskan jika umatnya memiliki keinginan atau memilih keputusan yang terbaik maka disunnahkan untuk melakukan salat ini.


Niat Shalat Istikharah


Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridhoNya.

Niatnya : USHALLI SUNNATAL ISTIKHAARATI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA.

Tata Cara Shalat Istikharah


Salat istikharah boleh dikerjakan paling sedikit dua rakaat atau hingga dua belas rakaat (enam salam). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, diutamakan membaca Surah Al-Kafiruun (1 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, diutamakan membaca 1 Surah Al-Ikhlas (1 kali). namun untuk surah yang lain tetap diperbolehkan dibaca selepas membaca surah Al-Fatihah, baik pada rokaat pertama dan kedua.

Doa Istikharah


Jabir رضي الله عنه  berkata : Bahwa Rasululah صلي الله عليه وسلم  mengajarkan kepada kita istikharah dalam segala urusan sebagaimana beliau mengajarkan surah-surah Al-Qur’an. Sabda beliau: Apabila salah seorang kamu menghendaki sesuatu maka hendaklah shalat dua raka’at kemudian berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ 
(وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ)

“Ya Allah, dengan ilmuMu sungguh aku mohon kepadaMu pilihan yang baik, dengan kekuasaanMu aku memohon agar diberikan kemampuan. Aku memohon kepadamu sebagian anugrahMu yang agung, karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuasa, aku tidak. Engkaulah yang mengetahui, aku tidak. Engkaulah Dzat Yang Maha Tahu segala yang ghoib. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa hal itu baik untukku dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku (baik untuk saya dalam urusan yang sekarang maupun yang akan datang), maka takdirkanlah untuku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah hal itu bagiku.dan apabila Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hal itu buruk bagiku dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka hindarkanlah hal itu dariku dan hindarkanlah aku dari hal itu, dan takdirkan bagiku apapun yang baik, kemudian jadikanlah aku orang yang rela padanya.” (hendaklah pada waktu menyebut hal itu disebutkan keperluannya). (HR. Bukhari)
     
Perlu diketahui bahwa shalat dua rakaat tersebut harus dilakukan oleh orang yang bersangkutan sendiri, seperti obat diminum sendiri oleh orang yang sakit, dengan keyakinan bahwa Allah pastikan memberi petunjuk kepada kebaikan. Sebagai tanda bahwa hal itu baik ialah mudah mendapatkan sebab-sebab pelaksanaannya.

Hindarilah cara bid’ah dalam istikharah, yaitu yang bersandar kepada mimpi-mimpi dan perhitungan nama kedua calon mempelai, atau lain-lainnya yang tidak dasarnya dari agama.

Previous
Next Post »